Kegiatan bimtek untuk DPRD kota Yogyakarta, yang diselenggarakan ole LPPM UGM.
Kegiatan bimtek untuk DPRD kota Yogyakarta, yang diselenggarakan ole LPPM UGM.
Sari Kurniawati, mahasiswa Program Diploma Akuntansi, Diploma Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi (PDEB SV) meraih prestasi terbaik II Akuntansi Antarmahasiswa Politeknik/Sekolah Vokasi Se-Indonesia tahun 2014. Kegiatan Lomba Akuntansi tingkat Nasional berlangsung di Politeknik Negeri Bali, tanggal 9-10 Mei 2014, diikuti wakil-wakil mahasiswa masing-masing Politeknik/Sekolah Vokasi.
“Terus terang senang dan bangga, digelaran lomba akuntansi keempat, untuk pertama kali Program Diploma Akuntansi UGM mengirimkan wakilnya dan langsung bisa menyabet juara II,” ujar Sari, di kampus Diploma Ekonomi UGM, Senin (12/5).
Lomba akuntansi ini diikuti wakil terbaik dari mahasiswa DIII Akuntansi Politeknik/Sekolah Vokasi di seluruh Indonesia. Program Diploma Akuntansi PDEB SV UGM mengirimkan dua wakil, Sari Kurniawati (angkatan 2012) dan Indah Dwi Astuti (angkatan 2012) didampingi dosen Faiz Zamzami, SE., M. Acc., QIA. Keduanya berhasil lolos babak penyisihan dan masuk ke babak final dengan menyisakan 20 peserta terbaik. Pada tahap penyisihan ini setiap peserta harus menyelesaikan 50 soal multiple choice dan 10 soal fill in the blank.
“Materi yang diujikan, antara lain Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Pemerintahan, Sistem & Pemeriksaan Akuntansi, Perpajakan, dan Standar Akuntansi,” jelas Sari.
Di babak final, kata Sari, tiap-tiap peserta diminta menyampaikan presentasi makalah sesuai tema yang diangkat, yaitu “Meningkatkan Kompetensi Akuntansi Berdaya Saing Global”. Dihadapan dewan juri, masing-masing peserta diwajibkan menyelesaikan kasus siklus akuntansi, yang mencakup semua kompetensi akuntansi dengan penekanan pada akuntansi perusahaan manufaktur dan perpajakan yang dikerjakan secara manual.
Setelah melalui penilaian yang ketat di babak final, Lomba Akuntansi 2014 menempatkan Ni Luh Putu Anik Meliawati, wakil Politeknik Negeri Bali sebagai juara I. Disusul Sari Kurniawati, Program Diploma Akuntansi, Program Diploma Ekonomika dan Bisnis, Sekolah Vokasi (PDEB SV) UGM juara II, dan Denis Sugiyarti, Politeknik Negeri Jakarta sebagai juara III.
Yang menarik pada kegiatan lomba akuntansi tingkat nasional, menurut Sari, adalah keberadaan dewan juri yang berasal dari masing-masing pendamping Politeknik/Sekolah Vokasi dan dewan juri independen dari Kantor Akuntan Publik dan Kantor Pajak. Selain sebagai ajang lomba, kegiatan ini pun menjadi arena berbagi pengalaman antardosen Diploma Akuntansi, khususnya Prodi Diploma Akuntansi.
“Tentu saja, kegiatan ini bisa menjadi evaluasi untuk pengembangan Program Diploma Akuntansi kedepan dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa agar berdaya saing secara global. Terima kasih untuk Kaprodi Diploma Akuntansi, Dra. Sumirah, M. Si yang telah memberi dukungan bagi kami,” tutur Sari. (Humas UGM/ Agung).
Sumber:
https://ugm.ac.id/id/berita/8963-sari.kurniawati.juara.ii.lomba.akuntansi.tingkat.nasional.2014
YOGYAKARTA, KabarKampus – Sekolah Vokasi UGM bekerjasama dengan PT. Bank Mandiri merilis ‘Sekolah Kewirausahaan (School of Entrepreneurship. Peluncuran sekolah wirausaha ini ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama terkait kerjasama tersebut.
“Kami bertekad akan mencetak seratus pebisnis tangguh setiap tahun melalui sekolah kewirausahaan,” tutur Ir. Hotma Prawoto Sulistyadi., MT., IPMd, Direktur Sekolah Vokasi UGM, di kampus UGM, Jumat (27/03/2015).
Ia menjelaskan, mahasiswa Sekolah Kewirausahaan tak harus menjadi wirausahawan. Tapi paling tidak, semangat kewirausahaan itu akan terus tertanam ketika para mahasiswa tersebut setelah bekerja di satu perusahaan, institusi, maupun lembaga, nantinya.
Di luar program ‘Sekolah Kewiirausahaan’, menurut Hotma, kewirausahawan tetap menjadi matakuliah wajib bagi seluruh mahasiswa SV UGM. “Sekali lagi, bukan semata-mata untuk menjadikan mereka piawai berbisnis, tapi diharapkan mental kewirausahaan sebagai salah satu bekal softskill akan terus tertanam sampai kapan pun,” tandasnya.
Hotma mengaku sangat berterimakasih dengan adanya program CSR Bank Mandiri, yang memungkinkan terwujudnya program sekolah tersebut. PT. Bank Mandiri tidak hanya memberi bukan ikan namun kail. “Mereka benar-benar menunjukkan pula di mana tempat memancingnya dengan menerjunkan beberapa pelatih maupun para praktisi untuk menggembleng mahasiswa peserta Sekolah Kewirausahaan tersebut,” katanya.
Faiz Zamzani, S.E., M. Acc., QIA Ketua Pelaksana Sekolah Kewirausahaan SV UGM menambahkan, program sekolah tersebut akan diawali dengan pelatihan untuk para dosen pada 2 April 2015. Para dosen itu akan menjadi ‘coach’ bagi 114 orang mahasiswa peserta Sekolah Kewirausahaan angkatan pertama ini. Sejumlah mahasiswa peserta tersebut merupakan wakil dari 27 prodi (program studi) yang ada di Sekolah Vokasi UGM.
“Sebelumnya, masing-masing prodi melakukan seleksi bagi mahasiswa yang berminat. Akhirnya, nama-nama yang dikirim dari prodi-prodi tersebut yang kemudian dinyatakan berhak mengikuti program sekolah kewirausahaan itu,” jelas Faiz.
Selama mengikuti sekolah kewirausahaan, peserta akan memperoleh beberapa materi mulai dari kewirausahaan & mindset wirausaha, business idea & business plan, execution & business implementation, marketing & selling, networking & relationship building, hingga tentang effective communication. Kelas teori yang akan dilaksanakan April – Juni 2015 itu wajib diikuti oleh mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta program. Setelah menempuh kelas teori, seluruh peserta diwajibkan melahirkan satu usaha bisnis tertentu.
“Pada kegiatan yang akan dilaksanakan hingga Desember mendatang itu mereka juga akan diberi pendamping. Termasuk, akan kami upayakan permodalan apabila memang diperlukan,” papar Faiz lebih jauh.
Sumber:
http://kabarkampus.com/2015/03/luncurkan-sekolah-wirausaha-vokasi-ugm-siap-cetak-100-pengusaha-pertahun/